Skip to main content

Yaumul Baats : Awal Menegangkan Manusia Setelah Kiamat

Yaumut ba'ats secara bahasa bermakna hari kebangkitan, sedangkan menurut istilah yaumul baats adalah hari dimana semua makhluk hidup berakal dibangkit kan kembali oleh Allah swt untuk dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah dilakukan sewaktu hidup dahulu.

yaumul baats

Bagaimana kondisi manusia pada saat dibangkit kan ketika yaumul ba'ats ini terjadi ?
Ketika semua mahkluk hidup telah melewati rentetan dahsyat nya hari kiamat hingga menemui ajal nya, kemudian Allah SWT mengirim kembali ruh ruh ke jasad mereka untuk di hidup kan kembali.

Lalu hidup lah lagi mereka dengan perasaan was was,takut dan kebingungan yang teramat sangat.

Keadaan menegangkan ini bermula dari sini .......

Pada saat detik detik menjelang kiamat terjadi , Allah SWT memerintah kan malaikat israil untuk meniup sangkakala nya.
Lalu ditiup lah sangkala tersebut.

Baca bab pembahasan sebelum nya : dalil tentang terjadi nya hari kiamat, bentuk murka Allah SWT

A. Pada tiupan pertama,
 sebuah peringatan untuk mengejut kan seluruh makhluk hidup, hingga mereka yang hidup merasa kan takut yang amat sangat selama 40 tahun lama nya

B. Tiupan kedua,
matilah semua makhluk hidup di seluruh alam semesta kecuali yang dikehendaki oleh Allah SWT. Pada tahap ini tidak hanya makhluk hidup yang mati, namun seluruh alam semesta termasuk planet planet,bintang hancur berkeping keping.

Lalu Allah Swt memerintahkan Malaikat maut Izrail untuk mencabut nyawa seluruh malaikat yang tersisa, dia pun melaksanakan nya.

Kemudian Allah SWT berfirman : wahai malaikat maut, siapakah diantara makhluk ciptaan ku yang masih hidup ?

Kemudian malaikat maut menjawab : Wahai tuhan ku, hanya hamba yang masih lemah ini yang masih hidup.

Allah SWT kembali berfirman : Tidak kah engkau mendengar firman ku bahwa tiap tiap makhluk itu merasakan mati !.  Cabut lah nyawa mu sendiri .

Maka pergilah malaikat maut itu ke suatu tempat antara surga dan neraka , lalu ia berusaha mencabut nyawa nya sendiri.
Dia berteriak sangat keras sekali , andaikan saat itu masih ada makhluk yang masih hidup maka niscaya mereka akan mati tiba tiba karena mendengar dahsyat nya jeritan malaikat maut tersebut.

Setelah mati nya malaikat maut , maka tidak ada satupun makhluk yang tersisa. Hal ini terjadi selama 40 tahun lama nya.

Hingga kemudian Allah SWT menciptakan kembali dunia ,memerintahkan langit untuk menurunkan hujan untuk membasahi bumi yang baru kembali tersebut hingga tumbuh tanaman tanaman disana.

Setelah itu , Allah menghidupkan malaikat penjaga Arsy,malaikat jibril,Israfil  dan Izrail.

Kemudian Allah perintahkan Malaikat Izrafil untuk meniupkan terompet ke 3 kali nya .


-C. Tiupan ketiga (Yaumul ba'ats)



 Setelah kejadian tiupan kedua berlangsung selama 40 tahun lama nya lalu dilanjutkan dengan di hidup kan kembali  malaikat malaikat pilihan .

Kemudian Allah mengutus Malaikat Jibril untuk mencari makan Nabi Muhammad SAW .

Dialah Rosul terakhir yang dipilih oleh Allah untuk menjadi manusia pertama yang dihidupkan kembali. Hal ini sejalan dengan sabda beliau :

' Aku muhammad yang pertama kali dibangkit kan. Bumi terbelah, kemudian aku duduk di dalam kuburan ku. Lalu pintu pintu di bawah ku terbuka hingga aku dapat melihat langsung ke bumi hingga ke 7 dan lapisan paling dasar. Kemudian pintu di kanan ku terbuka , sehingga aku bisa memandang surga dan tempat kediaman para sahabat ku.'

Demikian lah kemulyaan yang teramat sangat buat junjungan kita Nabi Muhammad SAW , sehingga pada saat hari kebangkitan pun , beliau dihormati dengan berbagai mahkota kehormatan.

Kisah bagaimana Rosul di bangkit kan ini bisa sobat simbah baca secara lengkap di bawah ini :

Kemudian Allah ta ala memerintahkan Malaikat Ridwan untuk memberikan Buroq,mahkota perhiasan tanda kebesaran dan pakaian kebesaran kepada Malaikat Jibril,Israfil,Izrail  dan Mikail Untuk diberikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Lalu berdiri lah ke 4 malaikat tersebut diantara langit dan bumi .
Jibril : Wahai bumi, kau tahu dimana kuburan Muhammad ? .
Bumi : Demi dzat yang telah mengutus engkau dengan benar ; Sesungguh nya Allah telah mengutus angin yang paling hampa hingga membuat saya terpotong potong , hingga saya tidak mengetahui lagi dimana kubur beliau.

Lalu tiba tiba sinar membumbung tinggi dari dalam tanah, laksana tiang tiang dari sinar sampai ke atas langit.
Malaikat jibril pun lekas mengetahui bahwa disana lah kubur manusia paling agung itu.

Berangkat lah ke 4 malaikat itu ke kubur Muhammad SAW sambil berdiri , Malaikat Jibril menangis , maka ke 3 malaikat itu bertanya pada jibril : wahai jibril, apa arti tangisanmu itu ?

Jibril : Bagaimana saya tidak menangis , Bagaimana nanti jika Muhammad berdiri lalu langsung  menanyakan Umat nya kepada saya. Apa yang akan saya jawab ? padahal saya tidak mengetahui dimana umat nya sekarang.

Lalu bergerak lah kuburan Beliau, bumi terbelah, sementara Nabi Muhammad mengibas ngibas debu dikepala nya yang mulia itu, beliau melihat ke kanan kiri ,disana tidak ada kemakmuran sama sekali.

Muhammad : Wahai jibril, hari apakah ini ?
Malaikat jibril : ini adalah hari yang penuh keluh kesah,yaumul baats ,hari penyesalan, dan hari syafaat mu.

Muhammad : Lalu dimanakah umat ku wahai jibril ? , mungkinkah mereka kamu tinggalkan di lereng jahannam ?! dan kedatangan mu saat ini untuk memberitahukan ku tentang itu ?

Jibril : Aku berlindung kepada dzat yang telah mengutus engkau, bahwasanya saat ini bumi belum lah berkembang. Sesungguhnya kami diutus untuk menghidupkan kembali engkau terlebih dahulu.

Kemudian ke 4 malaikat itu memakaikan mahkota ,baju kebesaran kepada Muhammad lalu di naikan lah beliau ke atas buroq .

Muhammad : Wahai Jibril saudara ku , dimanakah sahabat sahabat ku abu bakar,umar utsman dan ali ?

Saat itu juga atas izin Allah ta'ala mereka dibangkit kan...

Datang lah malaikat dengan membahwa beberapa perhiasan dan buroq, dinaik kan lah ke 4 sahabat Nabi itu ke atas buroq tersebut setelah dipakaikan mahkota.

Setelah itu, Nabi SAW sujud bertekuk lutut sambil menangis seraya berkata : umat ku ...! umat ku ....! umat ku .......!

Maka datanglah suara agung dari Allah SWT : Wahai Israfil, tiup kan lah sangkakala ke tiga !

...........

Malaikat Israfil kemudian meniupkan sangkakala, maka arwah arwah yang tersimpan selama ini keluar menuju jasad jasad masing masing.

Mereka hidup lalu berdiri dengan keluh kesah sesuai keadaan dengan bagaimana mereka selama hidup di dunia dahulu.

Pada tiupan sangkakala ketiga ini, tidak hanya manusia saja yang kembali hidup, namun termasuk juga malaikat,jin,iblis bahkan dalam beberapa riwayat menyebut kan termasuk juga tanaman dan hewan.

Dalil tentang sangkakala , Surat yasin ayat 51 :


Artinya :
Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.


Artinya :
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

D. Keadaan Manusia saat Yaumul Baats

Saat yaumul baats ini terjadi,setiap ruang di bumi dan langit penuh oleh roh roh dalam proses pengembalian nya.
Roh roh orang yang beriman bersinar terang, sedang kan roh orang kafir hitam kelam akibat siksaan. Mereka bercampur baur penuh sesak dan tak sepatah katapun nampak dari mereka karena saking takut nya.

Hingga pada saat perintah Allah selanjut nya datang :
Pada saat itu Allah berfirman kepada binatang untuk melakukan hukum qishas.
Misal , jika selama di dunia tikus di makan kucing, maka pada saat itu bergantian lah tikus yang memakan kucing, begitu seterus nya hingga hukum qishah ini usai.

Lalu Allah kembali berfirman kepada bintang :
Jadilah kalian semua tanah.

Maka jadilah mereka semua tanah....

Melihat hukum qishah ini, orang orang kafir yang tadi nya diam karena ketakutan merasa iri dan ingin menjadi tanah seraya bergumam.
''Alangkah baik nya jika aku dulu menjadi hewan atau tanah''.

Bersambung pada pembahasan bab selanjut nya.




Referensi :
- Kitab tafsir al jalalain , karya Imam Jalaluddin As Suyuthi
- Syarh al Ushul ats Tsalatsah, karya Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, Penerbit Dar ats Tsurayya.
- Yaumul Akhir (2/51), karya Syaikh Dr. ‘Umar Sualiman al Asyqar, Penerbit Maktabah al Falah
- Syarh al Ushul ats Tsalatsah, halaman 146, karya Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin, Penerbit Dar ats Tsurayya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar